6EUII-e1464608045239“Meneguhkan Nilai Islam Menuju Universitas yang Berdaya Saing Global”, itulah tema yang diusung Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam memperingati hari kelahiran yang ke-73. Milad digelar di Auditorium Kahar Muzakkir, Kampus Terpadu, Rabu (4/5).

Hadir dalam peringatan yang berlangsung khidmat itu Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Na’im, Koordinator Kopertis Wilayah V Bambang Supriyadi, Ketua Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Luthfi Hasan, para profesor dan anggota Senat UII, serta dosen dan tenaga kependidikan universitas swasta tertua di Indonesia ini.

Rektor UII Harsoyo dalam pidatonya mengemukakan, pemilihan tema guna meneguhkan kembali nilai-nilai Islam sebagai motor penggerak menuju UII yang berdaya saing global.

Disampaikan Harsoyo, tantangan dalam dunia pendidikan tinggi semakin meningkat setelah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diberlakukan. Di sisi lain, upaya UII untuk meraih keunggulan sampai saat ini juga dinilai masih belum tampak sebagai suatu hasil pengimplementasian nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran, etos kerja, pengembangan sistem, karakter mahasiswa dan alumni maupun reputasi institusi.

Lebih lanjut Rektor berharap UII dapat membangun keunggulan dalam keislaman, pembelajaran, etos kerja, sistem dan infrastruktur, mahasiswa berkarakter, alumni dan keunggulan profil institusi. ”Oleh karena itu, peneguhan kembali nilai-nilai Islam sebagai motor penggerak dan daya saing UII dalam menghadapi kompetisi global mutlak diperlukan,” tandasnya.

On the Right Track

Adapun Luthfi Hasan menilai UII telah berada pada posisi on the right track menuju tujuan harapan dan cita-cita para founding fathers dan para pemimpin bangsa saat didirikannya. Namun, menurutnya, UII yang memiliki latar belakang ideologis harus segera melakukan akselerasi dalam dua hal. Pertama, akselerasi untuk menguatkan eksistensi UII, baik dalam lingkungan lokal, regional, maupun global. ”Peran UII sebagai universitas yang memiliki banyak potensi keilmuan sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai universitas Islam terbesar di Indonesia, lanju Luthfi, peran UII dalam komunitas Islam global akan sangat bermanfaat dalam menuguhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalamin. Akselerasi kedua, menurut Luthfi, perlunya melakukan peningkatan kualitas lulusan, baik dari aspek keilmuan, profesionalisme, maupun akhlakul karimah. “Ini juga menjadi tangtangan yang cukup berat bagi perguruan tinggi di Indonesia saat ini. Perguruan tinggi harus dapat menyiapkan lulusannya untuk dapat berkompetisi, minimal dalam ranah ASEAN Community,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikannya, untuk melakukan akselerasi kedua hal tersebut, diperlukan persamaan visi seluruh warga UII di bawah koordinasi pimpinan universitas. Kebijakan dan kemudahan yang ditentukan oleh Kemnterian Riset dan Dikti menurutnya harus dapat disikapi dengan arif.

Dicontohkan, kebijakan tentang rasio dosen dan mahasiswa yang telah berdampak pada bertambahnya ratusan jumlah dosen di UII. ”Hal ini tidak sederhana, akan menyangkut banyak aspek universitas dan dengan dukungan yayasan harus segera melakukan penataan baik dalam pengaturan tugas dosen, pembinaan kompensasi, maupun penguatan komitmen dosen,” tuturnya.

Ainun Na’im dalam kesempatan itu menyampaikan, terdapat banyak keterbatasan yang dijumpai olehnya, seperti perlunya integrasi kebijakan nasional dan peningkatan pengeluaran untuk riset dan pengembangan agar dapat memberikan insentif pada peniliti dan inovator serta pengusaha.

Dalam kancah seperti ini, menurutnya, peran UII sangat penting. ”Dengan misi sebagai lembaga yang rahmatan lilalamin, pengalaman 73 tahun dalam penyebaran dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi telah menjadi fondasi UII untuk mengantarkan bangsa ini menjadi negara yang sejahtera serta menjadi negara yang maju dan damai,” tuturnya.

Pada peringatan milad ke-73ini juga berlangsung penyerahan penghargaan bagi tenaga edukatif dan tenaga kependidikan UII serta pembacaan orasi ilmiah oleh dosen Program Studi Akuntansi UII, Hendi Yogi Prabowo. Tema orasi ilmiah yang diangkat “ Memaknai Integritas dan Akuntabilitas sebagai ‘Universal Currencies of Highest Value‘ dalam Era Modernisasi dan Globalisasi”.

 

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *